
Pelaihari – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1009/Tanah Laut Letkol Inf Indar Irawan, S.E., M.Han., menghadiri Pembukaan Gema Al Qur’an Tanah Laut vTahun 2023 dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Internasional ke-3 dan Nasional ke-9 Jam’ iyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdatul Ulama (JQHNU), bertempat di Halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Jl. A. Syaerani, Kel. Angsau, Kec. Pelaihari, Kab. Tanah Laut, Selasa (05/09/2023).
Peserta/kafilah yang ikut serta dalam kegiatan MTQ Internasional tahun ini terdiri dari Delapan (8) kafilah Negara Luar yakni Malaysia, Bangladesh, Pakistan, India, Singapura, Thailand, Iran serta tuan rumah Indonesia.
Sementara untuk tingkat nasional diikuti oleh Tujuh Belas (17) Provinsi cabang JQHNU yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, D.I Yogyakarta, Sumatera Utara, D.K.I Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, dan tuan rumah Kalimantan Selatan.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Ayat-Ayat suci Al Qur’an oleh Qori Nasional Ustadz Salman Amrillah, S.Pd., kemudian berturut-turut dilanjutkan dengan pembacaan laporan ketua pelaksana Bpk. Abdul Hakim Muslim, S.Si., M.P., Sambutan Ketua Umum JQH NU KH. Saifullah Maksum, Sambutan Bupati Tanah Laut H. M. Sukamta, Tabligh Akbar oleh KH. Fikri Haikal MZ, S.Ag., serta diakhiri dengan penekanan tombol tanda dimulainya kegiatan dan penyerahan cinderamata.
Dalam kesempatannya memberikan sambutan, Bupati Tanah Laut Drs. H. M. Sukamta, berharap agar penyelenggaraan gema Al Qur’an ini dapat diteruskan ditahun-tahun yang akan datang, sehingga tradisi membaca Alquran benar-benar membumi di Bumi Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, untuk mendapatkan Hafiz-Hafizah yang bisa jadi teladan dan menjadi contoh di masyarakat.
“Gema Al Qur’an merupakan wadah membangkitkan semangat mengaji bagi masyarakat Tanah Laut dan masyarakat Kalimantan Selatan sesuai dengan Tema kita tahun ini adalah “Tarus Mengaji Gasan Terwujudnya Masyarakat madani,” tutur Bupati Tanah Laut Drs. H. M. Sukamta.
Sementara itu KH. Fikri Haikal MZ, S.Ag., dalam tausyiahnya berpesan agar dalam menghadapi tahun politik, segala bentuk perbedaan bukan untuk saling mencaci maki, perbedaan bukan untuk saling menjauhi, tetapi dengan adanya perbedaan hendaknya untuk saling mengisi.
ketahuilah kalau toh ada yang kita bisa sedikit sekali yang kita bisa lebih banyak yang kita tidak bisa dan
“Sadarilah bahwa walaupun kita berbeda pendapat, berbeda pandangan, berbeda pilihan, tetapi kita harus tetap saling menghormati dengan harus saling mengisi segala kekurangan masing-masing ibarat keluarga besar yang harmonis,” tutup KH. Fikri Haikal MZ, S.Ag.