Pondasi Menara Pylon Tuntas, Perakitan Besi Angkur Box Jembatan Garuda Dikebut

Tanah Laut – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Handil Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur masih terus berlanjut. Setelah melalui berbagai tantangan di lapangan, pengerjaan pondasi menara pilon akhirnya berhasil diselesaikan oleh personel Kodim 1009/Tanah Laut. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian pembangunan, sekaligus membuka jalan bagi tahapan konstruksi selanjutnya.

Tanpa menunggu waktu lama, hari ini Senin (27/04/2024), personel langsung bergerak melanjutkan pekerjaan ke tahap perakitan besi angkur box. Tahapan ini menjadi bagian krusial dalam struktur jembatan, karena angkur box berfungsi sebagai pengikat utama yang akan menopang dan menjaga kestabilan konstruksi secara keseluruhan.

Di lokasi, terlihat kesibukan personel yang dengan penuh ketelitian merakit rangkaian besi. Batang demi batang besi disusun, diukur, dan diikat sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Pekerjaan ini menuntut presisi tinggi, karena kesalahan kecil dapat berdampak pada kekuatan struktur jembatan ke depan.

Kondisi medan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut tidak menyurutkan semangat para prajurit. Mereka tetap bekerja secara maksimal, saling berkoordinasi dan berbagi tugas agar proses perakitan dapat berjalan efektif dan efisien. Sesekali, tampak personel harus membersihkan area kerja dari genangan air dan lumpur agar proses perakitan tetap dapat dilakukan dengan aman.

Pelda Muhammad Fauzi selaku tenaga teknis menegaskan bahwa penyelesaian pondasi menara pilon merupakan capaian penting yang harus segera diikuti dengan percepatan tahapan berikutnya.

“Setelah pondasi menara pilon rampung, kita tidak boleh kehilangan momentum. Perakitan besi angkur box ini menjadi langkah lanjutan yang sangat menentukan, sehingga harus dikerjakan dengan penuh ketelitian dan sesuai standar teknis. Selanjutnya bila selesai dirakit secepatnya akan segera dicor,” tegasnya.

Keterlibatan masyarakat setempat juga menjadi faktor pendukung dalam kelancaran pekerjaan. Warga dengan sukarela turut membantu, disela-sela kesibuka mereka sehari-hari. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat ini mencerminkan semangat gotong royong yang terus terjaga dalam setiap proses pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *