TANAH LAUT – Cuaca ekstrem menjadi tantangan berat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan / Karhutla. Hal ini dirasakan personel Kodim 1009/Tanah Laut saat berjibaku memadamkan api di Desa Desa Sungaibakar RT 06, Kec.Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (05/09/2026) siang.

Titik api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 11.30 WITA. Menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Koramil 1009-02/Pelaihari, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat langsung bergerak ke lokasi.
Panas terik dengan suhu mencapai 37°C dan hembusan angin kencang membuat api cepat merambat ke semak belukar dan lahan perkebunan masyarakat setempat seluas ± 1 hektare.
Danramil 1009-02/Pelaihari, Kapten Kav Asruyadi mengatakan, kondisi di lapangan sangat sulit. “Anginnya kencang, apinya ketiup ke mana-mana. Ditambah tanahnya gambut, jadi walaupun sudah disiram, bara di bawah masih hidup. Personel harus ekstra hati-hati dan bergantian karena cuacanya sangat menyengat,” jelasnya.
Serka Norkholis salah satu Babinsa mengaku sempat kewalahan. Selama hampir 1 jam, dirinya bersama tim gabungan terus melakukan penyemprotan dan membuat sekat bakar agar api tidak meluas ke pemukiman warga
“Air terbatas, sementara anginnya kencang terus. Tapi kami tidak boleh menyerah. Ini demi keselamatan warga Desa Sungai Bakar,” ujarnya sambil mengusap keringat.
Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 12.33 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga dalam kejadian ini.
