Personel Kodim 1009/Tanah Laut Hadiri Dan Turut Amankan Pelantikan 52 Kepala Desa Se Kabupaten Tanah Laut

Pelaihari – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1009/Tanah Laut Letkol Inf Indar Irawan, S.E., M.Han., diwakili oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1009/Tla Mayor Inf Sarjito menghadiri Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Kepala Desa hasil pemilihan kepala Desa Gelombang ke Tiga Tahun 2023, bertempat di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Jl. Pancasila, Kel. Pelaihari, Kec. Pelaihari, Kab. Tanah Laut, Kamis (28/12/2023).

Sebanyak Lima Puluh Dua (52) Kepala Desa yang tersebar di Sebelas (11) Kecamatan se Kabupaten Tanah Laut, diambil sumpahnya dan dilantik langsung oleh Pj. Bupati Tanah Laut Ir. H. Syamsir Rahman, M.S.

Dalam sambutannya Pj. Bupati Tanah Laut Ir. H. Syamsir Rahman, M.S., menekankan bahwa penyelenggaraan pemerintahan Desa pada hakekatnya adalah wahana pengabdian dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kepala Desa berada pada posisi yang sangat penting dan strategis dalam membawa perubahan regulasi tentang desanya, sehingga peran kepala desa menjadi ujung tombak pemerintahan di Desa.

“Saya tekankan kepada para Kepala Desa yang baru saja dilantik pertama saya minta bersihkan hati hilangkan rasa persaingan pada saat pemilihan, kedua Kepala Desa sekarang adalah menjadi milik semua warga desa sehingga berikan segala kemampuan tenaga pemikiran untuk warga desanya, menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, tetap tegak lurus ke atas hindari hal-hal yang tidak berkenan dan melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku,” pesan Pj. Bupati Tala.

“Selamat menjalankan tugas sebaik-baiknya, mari kita bersama memajukan Bumi Tuntung Pandang dimanapun kita berada, Tanah Laut adalah milik kita semua dan harus maju kedepannya masa depan Tanah Laut ada di pundak bapak ibu sekalian,” pungkas Pj. Bupati Tala Ir. H. Syamsir Rahman, M.S.

Seusai pelaksanaan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan, Pj. Bupati mengajak seluruh Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk berbelanja ke pasar. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur dan memutar roda perekonomian di pasar, sehingga masyarakat merasa Kepala Desa adalah milik mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *