Dandim 1009/ Tla Hadiri Panen Raya

Tanah Laut – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1009/Tla, Letkol Inf Indar Irawan, S.E., M.Han., menghadiri Panen Raya Padi serta Gerakan Percepatan Tanam Padi Serentak yang diselenggarakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bersama Desa Sambangan, Kec. Bati-Bati, Kab. Tanah Laut, Kamis (07/09/2023).

Gerakan Percepatan Tanam Padi Serentak ini dilakukan secara serentak di Sepuluh (10) Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut dengan tujuan guna mengantisipasi dampak el nino yang mulai terasa di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Tanah Laut.

El Nino merupakan salah satu fenomena alam yang berdampak terjadinya kekeringan, hal ini dikaitkan dengan adanya penurunan curah hujan. Akibat dari El Nino adalah ketersediaan air untuk wilayah pertanian menjadi berkurang dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ir. H. Syamsir Rahman, MS., saat temu lapangan bersama para petani mengatakan bahwa, program percepatan tanam diharapkan bisa mengamankan pasokan beras untuk masyarakat Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Tanah Laut.

“Area persawahan yang telah ditanami padi diharapkan bisa dipanen pada bulan Desember 2023 untuk memperkuat cadangan pangan di daerah dan nasional,” tuturnya.

”Gerakan tanam padi nasional ini merupakan program dari pemerintah pusat, tetapi usulan lokasi tanam dari pemerintah daerah. Harapannya program ini bisa mempersiapkan ketersediaan pangan,” ungkap Kadis TPH Prov Kalsel Ir. H. Syamsir Rahman, MS.

Sementara itu Bupati Tanah Laut H. M. Sukamta dalam kesempatannya menghimbau kepada para petani dalam hal ini yang tergabung dalam Gapoktan Karya Bersama khususnya agar tidak terpaku menanam padi varietas lokal dengan masa panen relatif lama yakni Enam (6) bulan.

“Kepada para petani diharapkan agar tetap menanan padi varietas unggul yang masa panennya relatif singkat, meskipun tidak sesuai dengan selera masyarakat Kalimantan Selatan, karena masih dapat dijual sehingga bernilai ekonomis,” ujar Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *